Tanda Tanya (?)

*Now playing: Maudy Ayunda – Jakarta Ramai*

Para pengejar mimpi sudah beranjak dari sarangnya sejak pagi masih gelap. Namun hari itu berbeda, langit yang seharusnya perlahan membiru, malah tetap berwarna abu. Sepertinya hujan deras akan kembali mengguyur Ibukota pagi itu. Langkah kaki bergerak semakin cepat, sambil berharap agar tubuh-tubuh yang terbiasa bertarung sikut itu tidak terguyur air hujan.

Potret ini masih sama dengan pagi-pagi sebelumnya, pemandangan Jakarta di pagi hari selalu diisi oleh orang-orang yang berlarian mengejar bus TransJakarta, berdesakkan di atas gerbong KRL, bertarung di atas kendaraan roda dua maupun roda empat. Tidak peduli sebising apa, tetap tidak ada kata yang muncul dari setiap kepala. Semua hening dalam senandung pikirannya, tidak terkecuali dengan aku, yang duduk diam di atas gerbong kereta ini.

Aku sibuk membangun menara rindu karena kepala ini tidak berdaya untuk menyingkirkan wajah dengan senyum khas dari sudut kanan bibirmu. Hadirnya disertai dengan kenangan lalu, perasaan lugu, serta kalimat-kalimat tanya yang belum terjawab mengapa.

Bangku-bangku serta lorong kereta ini pun sepertinya sudah bosan melihat mimik penuh tanyaku. Sejenak kepala ini memunculkan kembali episode-episode lalu yang sudah lama ingin ku kubur, tapi tak mampu. Masih terekam jelas saat aku tak kuasa membendung tanda tanya yang sempat aku lontarkan beberapa waktu lalu. Dalam keraguanmu, aku tahu kita tidak mungkin bersatu. Tatapan nanar yang tersirat di wajahmu, sukses menghilangkan aliran darah dalam tubuhku.

Ingin sembunyi rasanya jika parasmu hadir di ujung rinduku. Senyummu membuat hati ini bergetar, ingin ku pandangi sehari semalam, tapi ku tak mampu. Dadaku selalu tersengal saat bayangmu kerap muncul dalam imajiku. Tak jarang aku menenun rindu, berharap suatu hari kau akan kembali pulang kepadaku.

Tak sempat ku ketahui mengapa kau memilih untuk pergi meninggalkanku kala itu. Kau yang memilih untuk berlalu, dan terus mengejar cinta yang kau pikir bisa menenangkanmu. Satu hal yang kau tidak tahu, kau tidak perlu mencari. Kau hanya perlu menemukan, sebab cinta itu sudah kau rawat tanpa kau sadari. Namun kau  memilih untuk terus melaju dalam lintasan kisah baru sambil menggenggam harapan, sedang aku hanya sibuk menunggu sambil menggenggam rindu.

Dalam langkahku, aku masih membawa sepotong tanda tanya pada matahari pagi itu. Tanya yang tidak pernah terjawab mengapa.

635856481293810476-1766270316_Hands

Leave a Reply