Kontempelasi

*Now playing: Simon Adams – Far Away*

Saya baru saja selesai menonton sebuah drama pendek Indonesia yang mengambil setting di luar negeri. Lucu rasanya, karena entah mengapa saya selalu terbawa oleh karakter-karakter dalam suatu drama. Apalagi jika kisahnya memiliki kesamaan tertentu dengan diri saya. Walaupun drama yang kali ini tidak punya kesamaan dengan saya, namun ada pesan yang membekas bagi saya. Masih jelas dalam benak ketika pemeran pria mengucapkan sebuah frasa, “Kita yang tidak mencari, tapi saling menemukan.” Hening seketika.

Sejenak saya langsung merasa sedang memandang ke sebuah cermin. Tampak jelas sesosok wanita muda yang rupa-rupanya masih mencari cinta. Wanita muda yang setelah mendengar kalimat tersebut langsung menyadari, bahwa cinta tak sekonyong-konyong sebuah pencarian, namun juga sebuah penemuan oleh kedua raga yang belum saling dipertemukan.

Arogan rasanya kalau di usia muda seperti sekarang saya bilang tidak butuh cinta. Tentu ingin, bahkan butuh. Saya tidak terlalu ingat kapan persisnya, namun saya masih ingat rasanya menemukan dan ditemukan kala itu. “Sudah terlalu lama sendiri,” ucap mereka. Namun saya hanya bisa tersenyum, dan menatap nanar ke arah wanita dalam cermin itu. Pemilih? Tentu tidak. Tidak mencari? Apalagi itu. Sekarang saya tahu apa jawabannya, “Mungkin kami hanya belum saling menemukan.”

Semua butuh proses. Semua butuh waktu.

Mereka yang bilang terlalu pemilih mungkin tidak tahu ada seorang wanita yang menunggu dalam kalbu, mengejar rindu yang tak kunjung beradu. Sekali lagi, ia lelah menghardik apa kata orang, dan ia malah kembali menatap ke arah saya. Saya yang sampai saat ini juga merasa kurang jelas mengapa belum dipertemukan, saya yang rindu digenggam tangannya dan berlari menuju masa depan, saya yang pernah berharap namun dilepaskan, saya yang sudah siap namun kata-Nya ini belum saatnya.

Saya yang akhirnya hanya bisa duduk termenung dan menuangkan peperangan pikiran ke dalam tulisan ini.

xx,

Finley

 30c28beda8bae914ff549d17b6857142

Leave a Reply